Dipelonco, Diospek a.ka. Diinisiasi
Jurusan Sastra Belanda, misalnya, selama tiga hari dipelonco dengan amat tidak manusiawi. Menurut penuturan salah seorang mahasiswa di progdi tersebut, ia dan kawan-kawan lainnya ditumpahi minyak jelantah dari kepala hingga ujung kaki, bertelanjang dada selama tiga hari, diteriak-teriaki tanpa sebab, serta dipaksa membuka celana jeansnya dan kolornya berkali-kali, bahkan ada mahasiswa yang dipakaikan bra selama berlangsungnya inisiasi. Yang lebih mengherankan lagi, inisiasi tersebut sama sekali tidak mendapat persetujuan dekanat. Walaupun terdengar sampai ke pihak dekanat, sayangnya belum ada tindakan berarti yang bisa memangkas kultur tersebut.......
Sepenggalan artikel di ataslah yang membuat FIB khususnya Prodi Belanda 'panas'. Gimana gak yang dijadikan contoh adalah Prodi Belanda.
Melihat dari isi artikel tersebut pastilah si penulis bukan orang yang pernah datang ke inisiasi Belanda yang menurut padangan banyak pihak sungguh sangat menyenangkan. Termaksud diriku yang juga merasakan diinisiasi dan menginisiasi. Hal tersebut dapat di katakan karena tidak semua yang ditulis si penulis benar walaupun mengandung unsur kebenaran.
Soal setuju atau tidak setujunya dekanat akan adanya acara inisiasi yang kurang lebih telah berlangsung selama 20 tahun bukanlah hal baru. Tiap tahun dekanat selalu tidak melegalkan acara ini. Tapi samapi saat ini hal tersebut hanya terus menjadi wacana.
Sialnya gonjang-ganjing dekanat akan legal atau tidak legalnya acara inisiasi kerap sekali muncul pada tahun ajaran genap, contohnya di tahun ini, 2008. Kemunculan sebelumnya adalah tahun 2002. Dimana daku dan teman-teman sempet batal naik ke atas untuk menikmati acar yang super duper seru itu.
Pada hakekatnya (cieh_red), pandangan inisiasi harus kembali ke masing-masing pribadi. Gw sendiri menilai inisiasi sesuatu yang menyenangkan sekaligus menyedihkan. Gimana tidak setelah diinisiasi dan menginisiasi gw kena tipes tiga kali. Wuih...
Jadi biarlah orang-orang yang memperotes keberadaan inisiasi tidak hanya memprotes tapi ikut juga berfikir mencari format baru yang lebih bagus tentunya. Okay guys....